Lourdes
"Lourdes, Tak Sekadar Tempat Ziarah"
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0408/16/ln/1210435.htm
AKHIR pekan, 14 Agustus 2004, Paus Yohanes Paulus II untuk kedua kalinya berkunjung ke Lourdes, kota kecil di kaki bukit di barat daya Perancis. Ini kunjungan keduanya ke Lourdes setelah kunjungan pertama pada tahun 1983. Kunjungan itu berkaitan dengan hubungan erat antara kejadian 150 tahun lalu di Lourdes dan sebuah dogma yang dikeluarkan gereja Katolik empat tahun sebelumnya.
Lourdes yang berpenduduk 17.000 jiwa itu merupakan tempat ziarah Katolik kedua yang ramai dikunjungi setelah Vatikan. Diperkirakan sekitar enam juta orang dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Lourdes setiap tahunnya. Peziarah asal Perancis, Spanyol, dan Italia merupakan jumlah terbesar, lainnya berdatangan dari sekitar 100 negara.
Keadaan itu berawal ketika gadis berusia 14 tahun bernama Bernadette Soubirous, selama 18 kali sejak bulan Februari hingga Juli 1858, menyaksikan penampakan Bunda Maria. Di goa (grotto), tempat Bernadette yang sederhana dan tak berpendidikan, ia bertemu Bunda Maria berbaju panjang putih dengan selendang biru.
Lokasi itu kini menjadi tujuan utama peziarah untuk berdoa. Air yang mengalir di dekat goa itu dialirkan ke puluhan keran dan bak mandi, yang juga menjadi lokasi pengobatan karena diyakini bisa menyembuhkan penyakit.
Gereja Katolik bersikap hati- hati soal penyembuhan itu dan sejauh ini baru mengakui ada 66 mukjizat penyembuhan. Namun, Patrick Theillier, seorang dokter Perancis yang bekerja pada biro kesehatan di Lourdes, kepada kantor berita Agence France Presse menyebutkan ada sekitar 7.000 penyembuhan yang dilaporkan ke biro kesehatan di Lourdes, dan 2.300 dari laporan penyembuhan itu tidak bisa dijelaskan secara medis. "Bisa dipastikan lebih banyak lagi yang mengalami penyembuhan di luar data resmi," ujar Theillier.
Bernadette, yang kemudian menjadi seorang biarawati, meninggal tahun 1879 di Nevers, Perancis tengah. Tubuhnya masih tetap bisa terlihat utuh hingga saat ini. Dia dinyatakan sebagai orang kudus oleh gereja Katolik tahun 1933.
LOURDES bukan sekadar tempat ziarah dengan sejumlah mukjizat penyembuhan itu. Kehadiran Paus Yohanes Paulus II ke Lourdes, Sabtu (14/8), juga untuk memperingati 150 tahun dogma gereja yang dikenal dengan Immaculate Conception (Perkandungan tanpa Noda) tahun 1854. Dogma itu muncul ketika gereja Katolik yakin bahwa Bunda Maria mengandung buah tubuhnya Yesus Kristus berkat rahmat Allah.
Lantas, apa hubungan antara dogma itu dengan penampakan Bunda Maria kepada Bernadette tahun 1858 itu? Kepadanya, pada pertemuan ke-16, Bunda Maria memperkenalkan diri dengan mengatakan, "Sayalah yang mengandung tanpa noda itu," sebagaimana ditirukan Bernadette ketika ditanyai tokoh umat dan gereja Katolik. Julukan Bunda untuk dirinya itu sama dengan nama dogma tadi.
Pengakuan Bernadette soal penampakan itu diyakini oleh gereja Katolik sebagai benar adanya. Pada waktu bersamaan dengan pengakuan gereja Katolik itu, tercatat tujuh penyembuhan langsung terjadi. Lourdes pun serta-merta berubah menjadi tempat ziarah yang ramai.
Keyakinan gereja pada Bernadette adalah karena usia dogma baru empat tahun. Bernadette yang minim pendidikan dan pengetahuan tidak tahu menahu soal dogma tetapi bisa berbicara soal Immaculate Conception. Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Lourdes itu juga berkaitan dengan pembenar- an atas dogma gereja yang berisikan bahwa "Bunda Maria mengandung tanpa noda". (ppg)


Candlelight Procession
the basilique